Showing posts with label galau. Show all posts
Showing posts with label galau. Show all posts

Saturday, August 3, 2013

Terakhir

Rasanya indah sekali dulu, ketika betuknya hanya angan, seiring dengan munculnya semangat untuk menggapainya. Pada saat terwujud, tidak hanya indah, malahan terasa seperti dunia mencintaimu.

Sedetik dua detik. Perasaan lain merayap. Benar indahkah? Atau perlahan berubah menjadi mimpi buruk?

Aku tahu kamu tak mau pergi. Tapi tinggal bukanlah jawaban yang baik. Sanggupkah?

Jangan manja. Hidup itu dinamis. Kamu selalu bilang "move on!" ke temanmu yang sedang sedih. Sekarang rasakan sendiri 'move on' manismu itu.

Hei, lihat wajah burukmu di cermin. Dunia merindukan seuntai senyummu, senyum yang elok itu. Kembangkanlah, manis, walau hanya sedetik dua detik.

Berlumur perih, berlinangan tangis, tak sembuh bahkan oleh berpuluh pelukan dan rayuan. Terbayang rindu yang begitu mengerikan. Maka nikmatilah, manis, nikmatilah sedetik dua detik terakhirmu.

Buka tanganmu, lepaskan cengkeraman pada dunia. Biarkan ia pergi, biarkan menjauh. Memang semuanya terlalu indah buatmu, sampai kapanpun tak akan rela melepasnya.

Kenangan tak pernah berpaling darimu. Ia hanya diam di sudut, memberimu kesempatan untuk melanjutkan hidup. Pada saatnya nanti, ia akan kembali.

Balikkan badanmu, tutup matamu bila kau rasakan ada sesuatu yang mengalir dari sana. Teguhkan kakimu, langkahkan perlahan. Perlahan.

Memang, pergi adalah hal indah paling menyakitkan yang pernah ada.

Monday, June 10, 2013

buh-bye highschool, buh-bye


Tinggal menghitung minggu dan gue akan pergi dari rumah ini, dari kota ini, yang notabene udah gue tempatin selama 14 tahun. Oh well hidup memang gak selamanya tetap, harus ada dinamikanya, karena gak asik lah kalo monoton.

Hahaha entah kenapa ya gue begitu berat ngelepasin masa-masa SMA gue ini. Dulu dari SD ke SMP gue nggak begini. Apalagi dari SMP ke SMA, gue inget betapa excited nya gue dulu mau masuk SMA yang gue idam-idamin dari kelas 8. Tapi ini, mungkin bener ya masa SMA itu masa-masa yang paling memorable. SMA itu masa-masa di mana kita beranjak remaja dan dewasa, bener-bener ngerasain transisinya, dari anak-anak jadi remaja, dan dari remaja mulai dewasa.

Di masa-masa ini gue juga ketemu berbagai bentuk sifat manusia, dari yang big no, sampai yang idaman. Dari yang tulus, sampe yang suka makan temen. Dari yang royal, sampe yang koret. Dari yang perfect sampe yang freak. Semuanya campur aduk jadi temen gue.

Jujur gue bener-bener nggak nyesel pilih sekolah di SMAN 81 ini. Walaupun banyak cacatnya, tapi menurut gue ini sekolah terbaik yang pernah ada. Dari sisi akademis, karena ini sekolah unggulan, gue pastinya dipush untuk belajar lebih giat. Walaupun begitu gue hampir nggak pernah ngerasa keberatan atas tekanan belajar ini. Dari sisi non-akademis, di sini gue menggarisbawahi bidang organisasi siswa sama ekstrakulikuler, yang jalan banget. Selain itu lingkungan pergaulan di sini bukan yang hura-hura dan hedonis berlebihan. Nggak ngeri juga. Program sekolahnya juga menurut gue oke banget. Dari trip observasi, study tour, dll dll dll dll.

Tapi yang jelas, yang paling bikin gue betah adalah temen-temen di sini. Layaknya anak SMA lain, gue bener-bener nemu banyak temen yang klik banget sama gue. Temen-temen yang bisa diajak asik-asikan bareng, susah-susahan bareng, bego-bego bareng. Temen-temen yang nggak susah dan nggak bikin segan buat dimintain tolong. Temen-temen yang bisa bikin gue ngerasa kalo gue bangga temenan sama mereka. Temen-temen yang bisa bikin gue jadi diri gue sendiri, nggak usah pura-pura dan nutupin sifat asli gue lantaran takut nggak diterima di pergaulan. Temen-temen yang satu minat dan satu passion sama gue. Temen-temen yang pastinya nanti gue kangen berat. Temen-temen yang bikin salah satu sisi hidup gue warna warni dan nggak ngebosenin.

Sekarang gue takut ninggalin ini semua. Takut nggak dapet temen yang kayak begini. Takut semuanya beda. Takut berubah atau kebawa jadi sosok individualis. Gue takut nggak dapet temen. Gue takut passion gue beda. Gue takut selera humor gue beda. Gue takut nggak diterima. Gue takut kuliah. Ah sudahlah.

Well, rasanya pengen gue ngereview kegiatan gue selama 3 tahun sekolah di sini. Tapi mungkin akan makan waktu lama dan jadi post yang panjaaaaaaaaaaaaaaaaang banget.

Salam galo.

Thursday, November 15, 2012

A Description


Ask me to describe myself at this moment; and I will say I’m a blank piece of paper. It does not mean I’m innocent. It only means I’m empty.

Don’t ask me anything. I just don’t understand any single thing that barely happens.
I can’t decide which one is happening: everything push me keep away from them, or is it me that pull myself from the society? Or both?

My mood is broken. My mind is tangled. My brain is melted. Everything is ruined.

I just am feeling alone. I sat beside people, but it more likely by myself. I tried to tell people that I’m sick. I ask for helps. But I just can’t tell them the whole story because I don’t even understand how it goes.

If you wonder what is this about, and yeah it’s all about the love story.
Honestly, I feel like I’ve lost many people I love.
I’m going to the place everyone will go, which called ‘adulthood’ (yeah right). But once I was there, I realized that everybody has changed. Then I also know that I’ve made some little mistakes. The little ones, but it caused people go. No, I mean not all people, but just people that meant to my live. They go. Leave me. I’m all alone.
I indeed blame myself for these stuffs, but I am also disappointed of them. To the people that leave me. To them who once promised ‘I love you, guys. More than anything. We will be together forever. Because, aren't we family?’
Bullshit.

The problem is, now, I miss them. Totally miss them.

Then I believe they don’t need to be fixed. And also cannot be fixed.
I just can regret and regret. I just need to try to forget, and need to let them go. And once everything went better, it wouldn’t be same as it used to be.
Oh, just like chocolate. Once it melted, it’s broken. And even it is frozen again; it cannot be as its actual form.

And special for you, my dearest dear. I am sorry for these stuffs. I am just trying to let you go (that ‘Baby, don’t talk to me, I’m trying to let go. Not loving you is harder than you know’ one). I indeed keep myself away from you, and totally avoid you. Every our contact, even an awkward eye contact reminds me of the feeling that should be erased. The desire to fix everything, and make it like it used to be, which is futile. I’m feeling like, I’m getting dumber and dumber every moment I remember you. I just wasted my tears .Sorry, but I’m moving on. Even just a weak try.
It’s obviously hard to do this, believe me. But I promise, if I scored one, I will call you. Someday J

Ps: until this second, I confess, that I still love you.

Monday, June 27, 2011

galau (lagi)

HALOOOOOOOOOOOOH long time no post uwaaaaaa lo semua harus tau belakangan ini gue sibuk. SIBUK. yap sibuk beneran. serius. bukan sok sibuk.

jadi gue kan sebagai salah satu calon anggota CARVEDIUM 11, gue pastinya akan menempuh final test yang namanya LD. pelantikannya gidude, di gunung salak, dan itu...2 hari lagi. *tarik nafas dalam dalam, keluarkan perlahan*
seminggu belakangan ini, gue sibuk praLD. sumpah ini gue ngerasain banget yang namanya nyesek. dari 13 orang, jadi 8 orang pas latihan intensif. menyurut jadi tinggal 6. dan di detik detik terakhir, mereka keluar. sign out. tinggal 5. DI DETIK PALING TERAKHIR, 1 KELUAR. tinggal 4. alya cacan nabila mine. semua pergi. gerra pergi. abe pergi. ninda irin izzu pergi. semua aja pergi. we've been trough this long :'(

masalah ini bikin gue galau dan selalu mau nangis selama berhari hari.
pernah juga gue kepikiran buat keluar. ditambah gue capek sama semua latihannya, semua tekanannya. capek kehilangan. jujur fisik gue belom nyerah. gue masih bisa nge-push lagi.
cuma gue udah ngerasa 'capek'.
ditengah-tengah ke-hampirputusasa-an gue ini, selalu ada aja yang bisa ngasih semangat. even dia bukan anak carve. even dia ngga ikut berjuang bersama gue dan yang lainnya. dia cuma bilang "udah sejauh ini al, kamu ngga mungkin bisa berenti gitu aja" dengan kalimat begitu, tau tau semuanya balik lagi ke kepala. gimana kakak kakak c10 berharap penuh sama kami. gimana mereka nyemangatin kami. gimana mereka kecewa kalo gue (dan yang lainnya) mundur gitu aja. gimana tahun kemarin mereka ngerasain apa yang kami rasain...
dan mereka ngga nyerah.

kalo gue nyerah, alya=cupu=pengecut=ngga punya motivasi

dan di malam itu juga, di kamar gue yang unyu, melalui hp gue yang juga unyu, with the person that i love, gue milih untuk nggak menyerah. nggak mau nyerah, ngga bisa nyerah, dan ngga akan nyerah.

biar kata 25rb pulsa ludes (maaf ya :'3) tapi nggak bohong tapi pembicaraan itu bikin gue lega. lumayan lega. gue ngeluarin semuanya, apa yang gue pendem selama ini, apa yang bikin gue ngga bisa nafas lega, gue nangis. trus besoknya mata gue bengkak.

yah gitu lah. gue cuma berharap, ini yang terbaik yang bisa gue kasih buat semuanya :')

Tuesday, June 7, 2011

gue mau ngomong sendirian, tanpa lawan bicara, tanpa ada yang nanggepin,dan tanpa ada yang nyela omongan gue

hey. what? apa? apa lo liat liat? *gila

jadi gue mau ngomongin sesuatu yang random. kemaren malem minggu gue seneng kan grgr mitu, yaaaaaaaaa gitu deh. trus tau tau bang dika sms, trus ngancurin kebahagiaan gue. smsnya gini "trus apa beda hts sama php? alya tau dari mana kalo dia gak php? siapa yang tau juga kalo di sana dia lagi ketawa ketawa main mainin alya? trus apa bedanya alya sama selir, yang cuma jadi tempat pelampiasan doang?" *JLEB* nusuk banget sumpah.
trus gue marah marah ke dia kan, gue gak mau percaya apa kata kata dia, karena gue yakin sebenernya si mitu nggak gitu, gue percaya dia. eh tapi gak tau gimana gue kecuci, gue malah melakukan apa yang dibilang bang dika.
gue tau emang gue yang mulai masalah ini, gue yang sengaja nulis begitu, biar... yaaaaaa biar semuanya jelas. nih ibaratnya ya gue gak mau di angka 0, mending gue di negatif atau jelas di positif. kalo gue digantungin gini, yang ada gue makan hati melulu saban ari.

trus akhirnya malemnya gue galau.

semuanya cepet banget rasanya, baru pagi sampe siang gue seneng seneng sama mitu, gue bahagia lahir batin sama dia, pulangnya gue lanjut sms sampe sore, eh malemnya gue galau, dan ironisnya gara gara dia juga. gara gara bang dika juga sih.
trus senin gue curhat sama lulu sama cacan, trus mereka (lagi lagi) nyuci otak gue, dan yaaaaaaaaaah mereka berdua kan temen deket gue, jadi gue percaya sama mereka. walaupun gue agak gak mau percaya sama lulu awalnya soalnya kan dia gak begitu kenal mitu, tapi cacan.....mau gak mau gue harus percaya. dan dia bilang kalo dia-udah-kehilangan-kepercayaan-akan-mitu.
gue. gak tau. harus bilang apa lagi.
gue. gak tau. harus percaya sama siapa lagi.
gue. gak tau. harus melakukan apa lagi.

selama ini dengan semangat 45 kan gue yang deketin, dan gue jujur aja ngerasain respon positif, dia deketin balik. yaudah jadi kan. nggak jadi sih. ya gitulah.

tapi sekarang gue harus percaya, gue doktrin diri gue sendiri, gue gak akan mati tanpa dia. gue bisa tanpa dia. gue masih punya yang lain kok, yang care sama gue, gak dia doang.

trus gue baru ngeh, lagian dia juga sih, pengennya di tengah tengah, dua duanya dia pegangin, gak mau ngelepas satupun. sekarang lo kena, lo gak dapet dua duanya.

gak dapet dua duanya? serius lo?

gak tau lah.

oiya tadi kan gue makan soto, trus pedes. PEDES BANGET GILAAAAAAAAAAAAAK SUMPAH GAK LEBAY TAPI GUE MAKAN SAMPE BIBIR GUE SEKSI DAN MATA GUE BERKACA KACA.
jadi inget tadi banyak yang nanya "al lo nangis? udah gak usah nget inget dia terus...." kamfret gue kepedesan.

oiya tadi kayaknya dia galau deh, dia duduk di depan kelas sendirian kayak gak punya temen. setelah berpikir beberapa lama akhirnya gue memutuskan untuk nemenin dia. rencananya gue akan duduk di bawah dia, trus bilang "jangan galau," trus dia nengok. "kok sendirian? tumben. maaf ya yang kemaren. lo gak salah kok."
tapi pas gue mau nyamperin ternyata dia udah ada temen. yaudah gak jadi.

trus gue kepikiran lagi. untung gue gak jadi bilang gitu. enak aja dia gak salah.

tapi gue juga bingung sih, trus salahnya dia apa sebenernya?

Tuesday, May 17, 2011

sebuah curhatan yang cuma gue doang yang akan ngerti

i just wondering, what's coming up on your mind? why you no BIKIN GUE GALAU everyday? why you no BIKIN GUE MIKIRIN LO everyday? about your bad side unfortunately.

please. you did it with me, all of that memories, the sweet ones, what are they in your mind?

garbage? HA.HA.

i thought it was a sign, a symbol of yours, a pretty gift, a....a....ANYTHING!

i. know. you. assume. all. of. that. are. just. useless. trash. and. you. absolutely. don't. need. that. shits.

because you already have the one you need.

i just a toy, you think. just doll. barbie. everything. you make fun of me. you just take the little chance, and while i was thinking that you love me, you did not.

YOU DID NOT!


...take, take, take it all, but you'll never give

YES! TAKE IT ALL, ALL!

nothing left.

Friday, April 29, 2011

post yang gak pantes dijudulin

gue galau lagi. padahal sejam yang lalu engga. sejam yang lalu gue niat mau posting tentang outcast. trus gak jadi. gue galau. galau banget. sedih. knp sih? kok lo gitu bgt sama gue? kalo emang kayak gitu trus kenapa? terus gue salah?

atau emang gue yang salah? emang gue yang terkutuk? gue yang ngerusak? gue yang jahat? gue yang gak tau diri? gue yang sembarangan? gue yang tukang rebut? gue yang main api?

GUE?!

gue tuh tadinya laper banget, gue mau makan, tapi setelah baca gituan, persetan lah sama apa yang gue rasain. sekarang gue gak napsu apa apa. gue sedih. banget. gue ngerasa bersalah. gue mau minta maaf, tapi gue gak sudi. se nggak sudi lo ke gue.

entah lo sengaja atau engga, tapi lo berhasil bikin gue sedih, salah, sakit hati. lo jahat. tapi gue ngerasa lebih jahat. gue rasa lo jahat banget. tapi gue ngerasa gue jauh lebih jahat.

gue gak ngerti mau lo tuh apa sih? (dan actually mau gue apa sih?) apa sih masalahnya? coba lo liat lagi, apa jangan jangan lo sendiri yang ngerusak hubungan lo...

who knows?