welcome

Writing is my favorite way to express everything.

So writing is one of the most important thing to do in my life.


Enjoy.

Saturday, December 14, 2013

Hala High School

gue udah ninggalin Jakarta berbulan-bulan, dan sampe sekarang pikiran gue masih ngga bisa lepas sama SMA. gue tau, semua orang juga menganggap SMA itu selalu jadi masa-masa terindah. semua orang bilang "kamu beruntung masih SMA". semua orang berharap kembali ke masa-masa SMA. tapi ngga semua orang cinta sama SMAnya.
gue? jujur gue bangga sama SMA gue. di manapun gue, gue selalu ngebanggain. gue cinta mati sama almamater. sebagai pengurus OSIS dulu gue tau busuk-busuknya sekolah, tapi itu sama sekali ngga bikin gue ilfil. kadang gue mikir, kenapa gue bisa segininya sama SMA gue, tapi nggak pernah segininya sama SD dan SMP?
maksudnya begini. waktu lulus SD gue merasa akan sangat kehilangan teman-teman SD gue. tapi ternyata, sebulan dua bulan gue masuk SMP, gue udah bisa merasa kerasan dan ngga selalu kebayang masa-masa SD. begitu juga sama SMP. gue merasa masa SMP ngga ada matinya. tapi ternyata kalah kok sama perasaan gue di SMA. tapi sekarang, gue masih selalu kebayang sama SMA. gue bukannya ngga kerasan sama tempat gue sekarang. THANK GOD I'M A PART OF COMMUNICATION PART OF SOLIDARITY AND FRATERNITY. gue dapet kok temen-temen deket yang super baik asik dan lucu serta beragam dan membanggakan juga keren membahana. tapi tetep ngga ngalahin bangganya gue sama SMA gue. mungkin gue agak berlebihan karena gue sering banget ngebangga-banggain SMA gue di depan temen-temen baru gue. tapi ya memang, sekolah ini berhasil menumbuhkan rasa cinta pada almamater. gue bangga sama senior gue, gue sayang sama adek kelas gue, no matter what (walaupun memang kadang gue maki-maki mereka kalo mereka ngeselin)
dan pemikiran gue sampai pada satu kesimpulan:
Trip Observasi.

gue tau kok ini capek, ini sulit. gue tau kok rasanya malu ke sekolah dikuncir dua belah tengah. gue tau kok rasanya pulang tengah malem karena ribetnya bikin nametag segede gaban yang ditempelin beras satu-satu, ditempelin bungkus kopi, bentuknya sulit ngga karuan. gue tau kok rasanya makan hati disuruh jaga nametag dan vendel dan tongkat. gue tau betapa capeknya bikin penelitian dan charta. gue tau betapa gue mau nangis berusaha keras untuk memahami dan menjawab argumen dari kakak POnya. gue tau gimana takutnya gue dipelototin dan dibentak-bentak sama kakaknya. gue tau betapa senengnya waktu ada guru yang ngebelain kami, bikin nametag jadi tidak sesulit seharusnya. gue tau kakak PO betapa mereka seperti peran antagonis dalam hidup yang harusnya dibenci dan dihindari semua orang. gue tau persis rasanya karena gue pernah ngerasain. 
awalnya gue mikir, apa sih maknanya? seru-seruan? iya seru, iya asik, iya baik bantu desa.
tapi setelah itu gue tau apa yang ditanamin ke kami. kami cinta angkatan kami, dan kami cinta sekolah kami.
kami diajarin basis tahan banting. kami diajarin basis bicara. kami diajarin basis radikal. kami diajarin caranya mempertahankan harga diri saat kami dianggap sampah. dan yang terpenting, kami diajarin apa itu solidaritas. gue tau kakak-kakaknya bukan cuma mau ngerjain kami, bikin kami susah, memelonco kami. gue tau bahwa ternyata mereka punya tanggung jawab moral untuk membentuk suatu angkatan. apapun yang mereka lakukan ke kami, setiap detilnya, sekecil apapun, ada implementasinya bagi angkatan kami untuk menjadi yang lebih baik.

tapi waktu tetap berjalan, dan tradisi apapun itu, jika tidak dipegang sangat erat, perlahan akan luntur dengan sendirinya. dan ini yang gue rasain.
berawal dari TO yang gue pegang. desa yang didatangi itu desa bagus, malah cenderung kota. apa? melatih mereka manja? menghindarkan mereka dari kesederhanaan?
berikutnya sesi lapangan ditiadakan. mana bisa mereka tahan banting?
berikutnya nametag diprint. mau TO atau mau seminar? lalu orang tua boleh ikut.
bahkan kami sudah kehabisan kata untuk berkomentar.

apa sih, ruginya? perihal orang tua yang protektif, yah gue memang belum pernah jadi orang tua, tapi yang gue tau, orang tue gue bisa ngasih kepercayaan ke gue, kalo gue bisa melakukan apa saja. toh anak-anak ini ngga bakalan sekarat hanya karena ikutan TO dan segala embel-embelnya. toh mereka sudah besar. anak-anak lambat laun akan tumbuh besar, mereka sudah SMA. usia mereka sudah cukup untuk diberi kepercayaan agak sedikit lebih banyak dari tahun sebelumnya. 

bagi gue cuma satu kata: nonsens.

mungkin salah gue masih ngurusin hal ini. gue bukan lagi bagian dari sekolah ini. gue cuma salah satu alumni yang belum ada setahun lulus, yang cinta sama sekolahnya, dan berusaha sedikit mengkritisi, berusaha menyadarkan orang-orang, cuma dengan tujuan membuat sekolah ini tidak kehilangan jati diri dan citranya.

Tuesday, November 19, 2013

Nasionalisme Bocah Perbatasan pada Film Tanah Surga…Katanya #BridgingCourse


Beberapa tahun belakangan ini, film yang bertemakan kebangsaan dan nasionalisme makin banyak bermunculan. Memang hal ini merupakan salah satu wujud rasa cinta tanah air bagi para sutradara lokal. Kali ini giliran Herwin Novianto sebagai sutradara muda yang unjuk kebolehan pada masyarakat Indonesia lewat film layar lebarnya yang kedua, Tanah Surga…Katanya.
Tanah Surga…Katanya adalah sebuah film satir yang bercerita tentang kehidupan di sebuah desa kecil di Kalimantan, yang mana merupakan perbatasan dengan Serawak, Malaysia. Dipaparkan secara nyata bagaimana masyarakat di sana hampir kehilangan jati diri mereka sebagai orang Indonesia, sebagai imbas pemerintah yang begitu tidak peduli terhadap daerah-daerah pelosok.
Diceritakan tentang Haris (Ence Bagus), seorang penduduk Kalimantan yang berdagang di Malaysia. Ia mengajak anak-anaknya, Salman (Osa Aji Santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra), serta ayahnya, Hasyim (Fuad Idris), untuk bersama-sama pindah dan berganti kewarganegaraan ke Malaysia demi kehidupan yang lebih sejahtera. Namun Hasyim, yang dulunya merupakan pejuang Dwikora, menolak keras ajakan tersebut. Ia bersikukuh untuk tetap tinggal di tanah Indonesia, tak peduli apapun iming-iming yang diberikan padanya.
Tak hanya dari segi kesejahteraan ekonomi, sisi pendidikan dan kesehatan juga disorot lebih jauh melalui karakter seorang guru bernama Astuti (Astri Nurdin) serta seorang dokter muda dari kota, Dr.Anwar (Ringgo Agus Rahman). Ibu Astuti yang secara tidak sengaja ditempatkan di desa itu, menjadi guru satu-satunya. Ditunjukkan bagaimana mirisnya bocah-bocah Indonesia tidak tahu bendera Negara mereka, mata uang Negara mereka, bahkan lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan mereka. Bentuk fisik sekolah yang bobrok juga menambah kesan dramatis. Sekolah itu hanya memiliki satu ruang kelas dengan satu papan tulis yang diberi sekat hanya untuk kelas tiga dan kelas empat. Entah bagaimana nasib anak-anak kelas satu, dua, lima, dan enam. Sementara itu, kehadiran Dokter Anwar juga menunjukkan bagaimana sulitnya daerah pelosok mendapat supply obat dari kota terdekat, serta betapa jauh rumah sakit yang bahkan terletak paling dekat dari situ.
Osa Aji Santoso sebagai bocah pemeran utama dalam film Tanah Surga…Katanya juga sukses menarik simpati penonton dengan aktingnya yang begitu kokoh mencerminkan sosok Salman. Karakter sebagai bocah yang kuat, tegar, dan kritis berhasil ia tampilkan dengan baik. Bahkan beberapa adegan yang dimainkannya sempat mengundang haru. Misalnya ketika ia berlari dengan gembira menyusuri jalan perbatasan Malaysia dan Indonesia, yang mana menampilkan ironika jalanan aspal milik Malaysia yang langsung berbatasan dengan jalanan tanah setapak milik Indonesia. Sosok Salman pada saat itu dengan begitu kuatnya memancarkan kebanggaan, berlari sambil membawa selembar bendera merah putih kumal. Bagi saya, adegan ini adalah adegan puncak di mana para penonton akan diam-diam menyusut air mata haru mereka.
Sayangnya, Kalimantan sebagai daerah Indonesia yang terhitung memiliki kekayaan alam yang layak dipamerkan malah tidak banyak dieksplorasi dan ditampilkan ke atas layar. Memang, beberapa kali ditampilkan sungai berair biru jernih sebagai ciri khas Kalimantan Barat, namun entah mengapa tidak dibuat mengesankan dan indah. Berbeda dengan film-film Indonesia yang memiliki tema menyerempet aspek nasionalisme lainnya, seperti Laskar Pelangi dengan latar Belitung,  atau film 5cm dengan Gunung Semeru. Film-film ini, walaupun tidak habis-habisan diekspos, namun cukup berkesan dengan menggambarkan sisi keindahan Indonesia.
Secara konsep, film ini memang patut diacungi jempol. Latarnya jelas dan menarik, mengangkat tentang daerah perbatasan yang notabene jarang dilirik orang. Nilai moral dan pesan etika yang ditanamkan juga sampai dengan mulus, meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penonton. Namun, ada hal yang bisa kita kritisi dari konsep ini. Indonesia dan Malaysia bisa diibaraatkan seperti anjing dan kucing yang selalu berkonflik dari masa ke masa. Film ini memang tak bermaksud menanamkan rasa antipati terhadap Negara tetangga, namun kesalahan penafsiran dari penonton bisa saja menimbulkan kebencian terhadap Malaysia, walaupun sama sekali tak dimaksudkan demikan.
Selain itu, terdapat beberapa keganjilan yang muncul lewat adegan-adegan pemain. Misalnya, ketika adegan para pemain sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pada saat itu, di atas sampan di tengah danau, maut menjemput Hasyim. Ketika itu pula Salman menelepon ayahnya yang berada di Malaysia mengabari kematian sang kakek. Padahal, di beberapa adegan sebelumnya, terlihat Dokter Anwar kesulitan mencari sinyal telepon, sampai harus naik ke atap sebelah antena televisi demi memesan obat-obatan. Juga ketika ibu guru Astuti memberi Salman sebutan “murid terbaik kami”, padahal sebelumnya yang ditunjukkan hanyalah sekali Salman mendapat nilai empat, sementara teman-temannya mendapat nilai nol. Selebihnya yang ditunjukkan adalah ketika Salman membolos sekolah demi bekerja untuk biaya berobat kakeknya, tidak menampilkan dengan jelas di mana letak ‘murid terbaik’ tadi. Adegan-adegan kecil ini mungkin luput dari pertimbangan dan perhatian sutradara. Pun begitu, tak banyak mengganggu jalan cerita utama kisah ini.

Tanah Surga…Katanya memang bukan satu-satunya film yang bertema nasionalisme. Secara keseluruhan juga merupakan film yang apik dan pantas untuk ditonton, walau bukan merupakan film istimewa. 

Friday, November 1, 2013

my very first straight news writing!

Tugas bikin straight news sebagai nilai UTS kemaren sempet bikin gue keinget kalo gue pernah iseng bikin tulisan semacem ini. Ceritanya waktu itu lagi Pensador Cup, dan Nitrogen juara 1. Akhirnya gue iseng dan bikin tulisan semacem ini. Waktu itu banyak anak nitro yang ngelike sama komen, suka sama tulisan ini. Baca-baca lagi rasanya jadi lucu sendiri. Berhubung beberapa bulan terakhir blog ini gue cuma diisi bridgingcourse, jadi ya gue post aja biar ngga suwung-suwung banget.

Euforia Kemenangan Nitrogen
By Alya Chandra Pinanditha on Tuesday, April 19, 2011 at 8:10pm

PANGKALAN JATI – Nitrogen membabat habis Semur Jengkol dalam pertandingan mereka pada Pensador Cup, siang ini, di Bengkel Futsal Rinjani. Memang patut diakui, kelas ini memiliki armada pertahanan futsal yang kuat, ditambah lagi dua orang pemain baru, Rachino dan Imam.
Tidak seperti pertandingan Sword (classmeeting –red) empat bulan yang lalu, kali ini Nitrogen sama sekali tidak melakukan diving. Memang terlihat dua kali macan Nitrogen, Prayudha dan Marvi terlihat terbaring di lapangan karena terciderai lawan, tapi patut dipercaya bahwa kali itu memang bukan diving.
Awal pertandingan memang Nitrogen sempat tercampak 2-0, tetapi para supporter Nitrogen tetap tidak patah semangat, menyanyikan yel-yel dengan semangat ‘itu biasa, cuma hoki!’. Benar saja, setelah Marvi memasuki lapangan, keadaan langsung membaik menjadi 2-1. Sempat kebobolan sekali lagi 3-1, tapi para pasukan ngaso langsung menyamai kedudukan menjadi 3 sama, untuk seterusnya menjadi unggul 6-3. Peluit wasit pun berbunyi menandai selesainya babak pertama.
Memasuki babak kedua, kiper Ammarsha digantikan oleh Jelidun. Berbagai penyelamatan heroik terjadi olehnya. Satu kejadian paling menegangkan ketika SJC sempat membawa bola sampai ke depan gawang Nitrogen, bola ditepis oleh Jelidun tapi tetap berada di mulut gawang. Beberapa pasukan berjersey biru ini sempat terbaring di depan gawang memperebutkan bola dengan beberapa anggota SJC yang bahkan masih berdiri, tapi memang karena Dewi Fortuna sedang berada di pihak biru, maka bola menggelinding mejauhi gawang Nitrogen yang langsung diiringi sorak sorai para supporter Nitrogen yang juga berseragam biru di luar lapangan.
Sekali kacamata kiper Jelidun terhantam bola, dan langsung dilempar ke luar lapangan oleh sang pemiliknya. Sejenak para supporter merasa khawatir, karena minus Jelidun nampaknya cukup tebal (-_-). Tetapi ternyata kekhawatiran tersebut tidak beralasan, karena lagi-lagi berbagai penyelamatan heroik dapat dilancarkan olehnya bahkan tanpa kacamata.
Sekitar pertengahan babak kedua, Imam memasuki lapangan menggantikan Fadhil. Tak lama setelah ia masuk, pemain selebriti tak bersepatu ini dengan halus melancarkan salto cantiknya, yang diiringi sorak sorai ‘Imam ganteng’ oleh para supporter wanita yang histeris di luar lapangan.
Sampai akhir pertandingan, Nitrogen kebobolan dua kali lagi, tetapi tetap berhasil berkali-kali menjebol gawang SJ yang dijaga oleh Steven Rio. Skor akhir berubah menjadi 11-6, keunggulan tetap berada di pihak Nitrogen berkat kerjasama mereka yang kokoh.
“Kita sekarang udah tau banget kalo mainnya SJ itu menjatuhkan mental, tadi Esa (anggota SJ-red) di awal pertandingan sempat memanas-manasi kita, ‘mana nih nitrogen mainnya cuma segini?’ tapi kita udah gak emosi lagi mainnya, kita udah ngerti taktiknya, kita tetep santai mainnya gak kebawa emosi. Gantian tadi gue yang bilang ke dia ‘mana nih semur jengkol mainnya cuma segini?’ emosi kan dia mainnya?” ujar Marvi sambil tertawa usai pertandingan.
Kita memang patut berbangga hati atas pasukan berjeysey: Marvi, Prayudha, Eldo, Ammarsha, Fadli, Fadhil, Rachino, dan Imam. Tetapi kita harus tetap berharap semoga awak-awak Nitrogen tidak terlarut dalam euforia kemenangan Pensador Cup, karena masih ada pekerjaan rumah dari Bu Martha yang menanti. (alya)

Tuesday, October 22, 2013

Menggugat Pers dan Negara (Resume) #BridgingCourse

Oleh: Amir Effendi Siregar

Gugatan tentang profesionalisme dan independensi pers tentang kepemilikan kini sering dilayangkan oleh para petinggi Negara. Namun, banyak pihak yang juga menujukan gugatan tersebut kepada negara sebagai regulator utama. Jumlah media di Indonesia kurang banyak dan terlalu terkonsentrasi pada satu orang atau badan pemilik, serta hanya terpusat di provinsi-provinsi besar. Media belum tersebar secara merata di Indonesia, karena kenyataannya masih banyak wilayah yang belum terjangkau media. Media cetak baru beredar pesat di daerah urban. Total sirkulasi dan jumlah eksemplar masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk, bila mengikuti standar UNESCO. Survei membuktikan bahwa internet baru menjangkau hampir 25% dari keseluruhan penduduk, sementara televisi swasta 78%. Selain itu, televisi swasta lebih diorientasikan untuk penduduk di kota, yang isinya seragam. Dari sekitar dua ratus atau tiga ratus stasiun televisi dikuasai oleh 10 stasiun televisi yang berpusat di Jakarta.
Regulasi media di Negara demokratis dibagi dua. Pertama, media yang tidak menggunakan wilayah publik atau frekuensi umum. Media jenis ini memiliki aturan sendiri yang diregulasi oleh organisasi pers masing-masing. Kedua, media yang memakai wilayah publik atau frekuensi seperti radio dan televisi. Media jenis ini memiliki peraturan yang lebih ketat, seperti izin, isi, kepemilikan, dan kecenderungan (harus netral dan tidak berpihak). Namun yang menjadi masalah, kini kenyataan stasiun televisi isinya seragam dan pemusatan kepemilikan yang berlebihan.
Pengatur utama dunia penyiaran adalah KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), Kementerian Kominfo, dan Bapepam-LK. KPI sudah banyak memberi sanksi tentang konten, namun kurang tegas soal independensi dan ketidakcenderungan yang terkandung di dalam isi. Maka dari itu, untuk kasus kepemilikan, Kementerian Kominfo harusnya lebih tegas sebagai regulator utama.
Peraturan pemerintah menyatakan bahwa seseorang atau badan hukum secara langsung ataupun tidak langsung hanya boleh memiliki paling banyak dua stasiun televisi di dua provinsi berbeda. Kenyataannya, seseorang bisa menguasai lebih dari satu stasiun televisi, bahkan tiga di satu provinsi.

Kesimpulannya, pers Indonesia serta regulator media harus lebih meningkatkan mutu. Bila tidak, kita harus menelan kenyataan pahit bahwa kapitalisme telah menguasai segalanya, tak ada lagi bentuk independensi dan demokrasi.

Sunday, October 13, 2013

Sekilas Pandangan Tentang Fast Food (suntingan) #BridgingCourse

Ketika mendengar kata ‘Fast Food’ biasanya yang terlintas di pikiran kita adalah makanan seperti burger, dan dengan otomatis kita tersugesti untuk membeli burger. Padahal toh kita tidak kenyang saat menyantap burger mahal itu. Pernah juga di Sabtu malam yang ramai, dengan begitu tiba tiba, terlintas di benak saya begitu nikmatnya lelehan keju yang ada di pinggiran pizza.

Suatu sore di kala mentari mulai terbenam, dengan sangat tiba-tiba terlintas di benak saya untuk menikmati nikmatnya ayam KFC, salah satu merek makanan Fast Food yang banyak digemari. Memang benar, fakta membuktikan bahwa ayam goreng KFC sangat digemari oleh anak-anak jaman sekarang. Bahkan yakiniku buatan mereka adalah makanan favorit saya. Strategi pemasaran Fried chicken di Indonesia memang sangat baik. Iklan ayam KFC yang besar-besaran, terlebih dengan menggandeng  Agnes Monica sebagai salah satu bintang mereka, selalu berhasil membuat saya ingin melahap TV. 

Kemarin siang pula saya makan kwetiaw goreng di Gelanggang Food Court. Memang sudah rahasia umum, bahwa peredaran Fast Food sangat berbanding terbalik dengan peredaran makanan tradisional. Di Jogjakarta sendiri, sudah banyak outlet-outlet yang menawarkan makanan cepat saji. Salah satu makanan cepat saji yang banyak digemari mahasiswa adalah Olive Chicken.

Makanan cepat saji saat ini mudah untuk dijumpai. Ada banyak restoran Fast Food yang murah dan enak di Indonesia, contohnya pizza, hot dog, burger, ayam fried chicken, sampai mie rebus. Memang, salah satu Fast Food  yang paling favorit di Indonesia adalah mie instan, misalnya Popmie, yang menjadi pilihan utama mahasiswa akhir bulan karena harganya murah. Indomie merupakan salah satu makanan favorit anak kos di akhir bulan atau ketika sedang dilanda kekeringan finansial.

Fast Food saat ini sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat indonesia. Fast food sangat diminati oleh semua orang, dan cenderung oleh remaja dan anak-anak. Makanan cepat saji menjadi solusi utama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Pada dasarnya, tuntutan semua harus serba cepat adalah salah satu faktor utama eksistensi Fast Food di duniaFast Food sudah  menjadi makanan alternatif dan tren sebagai alasan kesibukan, terutama mahasiswa. Makanan instant dan cepat saji adalah sasaran utama mereka. Tugas yang tidak sedikit, kegiatan di luar akademik, serta waktu yang tidak banyak menuntut mahasiswa sekarang untuk memakan makanan yang tidak membutuhkan waktu banyak

Makanan cepat saji saat ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat indonesia, karena selain enak, harganya pun cukup terjangkau -- namun hanya bagi kalangan atas. Penyajian  Fast Food yang cepat dan menarik membuat orang-orang menyukai Fast Food. Karena hal-hal itulah Fast Food menjadi idola dan kian diminati oleh konsumen kelas tinggi dalam memilih makanan.

Namun lain lagi dari sudut pandang mahasiswa, Fast Food sangat tidak sehat untuk kesehatan badan dan ‘kesehatan dompet’. Tentu saja, apalagi bagi anak kos, harga Fast Food itu terbilang mahal. Selain itu bagi saya, Fast Food itu tipe makanan yang sudah tidak sehat, mahal pula

Fast food itu sendiri juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Fast Food adalah makanan cepat saji yang diduga sangat tidak sehat jika terlalu sering dikonsumsi. Celakanya, tidak semua tahu apa akibat yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi berlebihan dalam jangka waktu lama. Seringnya mengkonsumsi Fast Food menyebabkan tubuh rentan akan penyakit. Terlalu sering memakan makanan Fast Food dikhawatirkan membuat generasi muda menjadi lebih mudah terserang penyakit. Makanan cepat saji memang tidak membutuhkan waktu yang lama ketika kita memesannya, tapi makanan tersebut belum tentu diolah secara baik.

Maka dari itu, Fast Food memang sangat membantu karena penyajiannya yang cepat, namun sisi negatifnya adalah karena mereka cenderung lebih mahal dan kurang menyehatkan bagi tubuh. 

Bahaya Fast Food Bagi Kesehatan (Original) #BridgingCourse


Kemarin siang saya makan kwetiaw goreng di Gelanggang Food Court. Peredaran Fast Food sangat berbanding terbalik dengan peredaran makanan tradisional. Di Jogjakarta sendiri, sudah banyak outlet-outlet yang menawarkan makanan cepat saji. Olive adalah salah satu makanan cepat saji yang banyak digemari mahasiswa.

Fast Food saat ini sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat indonesia. Fast Food di era ini menjadi makanan rujukan dan trend sebagai alasan kesibukan, terutama mahasiswa. Tugas yang tidak sedikit, kegiatan diluar akademik, serta waktu yang tidak banyak menuntut mahasiswa sekarang untuk memakan makanan cepat saji. Saat ini, makanan cepat saji menjadi solusi utama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Makanan instant dan cepat saji adalah sasaran utama mahasiswa. Fast food adalah makanan cepat saji yang sangat diminati oleh semua orang. Dewasa ini,Fast Food adalah makanan yang digemari sebagian besar remaja. Makanan cepat saji cenderung lebih digemari oleh remaja dan anak-anak. Semua anak muda pernah makan Fast FoodFast Food adalah salah satu jenis makanan yang digemari anak muda.

Makanan cepat saji saat ini mudah untuk dijumpai. Ada banyak restoran Fast Food di Indonesia. Fast Food merupakan makanan cepat saji yang murah dan enak. Makanan cepat saji contohnya pizza, hot dog, burger, ayam friedchicken, sampai mie rebus. Salah satu Food Fast yang terkenal di Indonesia adalah mie instan. Ketika saya pulang kuliah, saya memakan popmie. Mie instan menjadi salah satu pilihan favorit mahasiswa akhir bulan. Mie instan adaalah salah satu jenis Fast Food yang digemari oleh anak kos karena harganya murah. Indomie merupakan salah satu makanan favorit anak kos di akhir bulan atau dilanda kekeringan finansial. Ketika mendengar kata ‘Fast Food’ biasanya yang terlintas dipikiran kita adalah makanan seperti burger. Sore itu saya berniat membeli burger. Saya tidak kenyang saat menyantap burger mahal itu. Suatu sore dikala mentari mulai terbenam, tiba-tiba terlintas di benak saya untuk menikmati nikmatnya ayam KFC. KFC adalah makanan Fast Food yang banyak digemari. Yakiniku dari KFC adalah makanan favorit saya. Faktanya ayam goreng KFC lebih digemari oleh anak-anak jaman sekarang. Di Sabtu malam yang ramai, saya memutuskan mengisi perut di sebuah restoran cepat saji. Pernahkah terlintas di benak anda, detik ini juga, begitu nikmatnya lelehan keju yang ada di pinggiran pizza?

Iklan ayam KFC yang besar-besaran membuat induk ayam khawatir. Strategi pemasaran Friedchicken di Indonesia sangat baik. Agnes Monica adalah salah satu bintang KFC. Iklan KFC selau berhasil membuat saya ingin melahap TV. Penyajian  Fast Food yang cepat dan menarik membuat orang-orang menyuai Fast Food. Karena hal-hal itulah Fast Food menjadi idola banyak orang. Dari sudut pandang mahasiswa, Fast Food sangat tidak sehat untuk kesehatan badan dan ‘kesehatan dompet’. Padahal bagi saya, Fast Food itu tipe makanan yang sudah tidak sehat, mahal pula. Fast Food seperti KFC, McD bagi sebagian mahasiswa sangat memberatkan karena harganya yang mahal. Makanan cepat saji saat ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat indonesia, karena selain enak harganya pun cukup terjangkau bagi kalangan atas. Oleh karena itu, Fast Food kian diminati oleh konsumen kelas tinggi dalam memilih makanan.

Fast Food adalah makanan cepat saji yang diduga tidak sehat. Celakanya, tidak semua tahu apa akibat yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi berlebihan dalam jangka waktu lama. Fast Food ini merupakan makanan yang sangat tidak menyehatkan bagi diri kita. Fast Food atau dapat juga disebut dengan junk food sangat tidak baik bagi kehidupan. Makanan cepat saji sangat tidak baik untuk kesehatan kita. Tuntutan semua harus serba cepat adalah salah satu faktor utama eksistensi Fast Food di dunia. Makanan cepat saji memang tidak membutuhkan waktu yang lama ketika kita memesannya, tapi makanan tersebut belum tentu diolah secara baik. Fast food itu sendiri memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan. Tentu tidak baik jika anda terus menerus mengkonsumsi makanan cepat saji. Fast Food itu tidak baik untuk kesehatan kalau keseringan. Karena makanan cepat saji yang praktis dan dengan harga yang dapat dijangkau membuat banyak diminati. Seringnya mengkonsumsi Fast Food menyebabkan tubuh rentan dan tidak sehat. Terlalu sering memakan makanan Fast Food membuat generasi muda menjadi lebih mudah terserang penyakit. Fast Foodcenderung lebih mahal dan kurang menyehatkan bagi tubuh. Bagi anak kos, harga Fast Food itu mahal.
#RawVersion tanpa suntingan.

Sunday, September 22, 2013

Kisah Perjalanan Menuju Tempat Ini #BridgingCourse

                Jatuh cinta pada kota ini, enam tahun yang lalu, tepatnya ketika saya duduk di kelas dua SMP. Rumah kedua, tepat sekali itulah yang saya rasakan akan Yogyakarta. Manis, lembut, dan sejuk, adalah kata-kata abstrak yang dulu selalu saya gunakan untuk melukiskan kota ini. Hal inilah faktor utama yang mendorong Alya remaja untuk menanamkan kemauan dan cita-cita meraih universitas kerakyatan ini, Universitas Gadjah Mada. Saya bertekad dengan pikiran polos saya, apapun fakultas maupun jurusannya. Dua yang sempat terbersit adalah antara Fakultas Kedokteran dan Teknik Industri.
Berdasarkan hobi saya membaca novel, beberapa tugas mengarang, serta kegiatan rutin berpidato sejak duduk di sekolah dasar, orang tua saya beranggapan ada sekelumit bakat mentah di diri saya pada bidang verbal, menulis dan berbicara. Kelas tiga SMP, pertama kali saya membuat situs blog, jelas didukung kuat oleh orang tua saya yang memang berencana mengarahkan saya ke dunia jurnalistik. Hari demi hari saya habiskan di depan komputer, menulis dan menulis, segala hal yang terbersit di kepala saya, segala hal yang saya jalani di rumah maupun di sekolah. Saya tuangkan seluruhnya walaupun dengan tata bahasa yang masih berantakan dan isi yang sangat tidak penting.
Saat itu saya juga tengah menggandrungi band punkrock Superman Is Dead, sebuah band Indie dari Bali, yang bagi saya istimewa karena peka terhadap masalah sosial, politik, serta lingkungan sekitar. Pada suatu hari, saya menemukan sebuah artikel yang ditulis oleh salah satu personel SID, tentang pluralisme di Indonesia. Pada saat itulah pertama kali kesadaran saya akan dunia sosial tergugah. Saat itu juga saya mengetahui sebuah topik dan objek kajian sosial yang paling saya suka hingga saat ini, yakni konsep pluralisme. Sejak saat itu hampir setiap hari saya mencari artikel-artikel ringan tentang keadaan sosial di Indonesia dari berbagai kacamata.
Masuk ke dunia SMA, saya tanpa ragu meninggalkan cita-cita awal saya, kedokteran dan teknik. Dengan yakin saya meninggalkan dunia IPA karena saya yakin passion saya utuh berada di dunia sosial. Dari anak kuper di SMP, saya SMA bertransformasi menjadi anak yang senang bergaul dan mengenal orang lain. Saya sempat bergabung dengan beberapa ekstrakulikuler, walaupun pada akhirnya hanya satu yang benar-benar saya tekuni, pecinta alam.
Naik ke kelas sebelas, saya bergabung dengan organisasi intra sekolah. Bersama tiga belas orang saudara seangkatan saya, kami memimpin organisi siswa tertinggi di sekolah ini. Kami membawahi semua ekstrakulikuler dan seluruh kegiatan siswa, menjalankan banyak program kerja, serta menjalin hubungan dengan beberapa sekolah tetangga. Tak hanya itu, kepengurusan saya di ekstrakulikuler pecinta alam juga tetap berlanjut. Kami melatih adik-adik kelas, menjaga kontak dengan seluruh alumni, serta berhubungan dengan sispala-sispala di SMA lain. Cukup dengan dua organisasi ini, saya mengenal sangat banyak kakak dan adik kelas, tidak hanya satu bahkan dua, tiga, empat, dan bahkan lebih angkatan di atas dan di bawah saya. Saya juga mengenal banyak anak-anak dari SMA lain yang berasal dari seluruh penjuru Jabodetabek.
Bergabung dengan komunitas pecinta alam membuat saya senang melakukan hal yang baru, dan tentunya hobi jalan-jalan. Begitulah, di kepala saya tertanam bagaimana caranya saya bisa keliling dunia dan mengunjungi tempat-tempat baru, bagaimanapun caranya. Duta besar, diplomat, pegawai departemen luar negeri, wartawan, jurnalis, dan sebagainya adalah tujuan-tujuan karir saya, yang kemungkinan besar bisa mendukung saya untuk pergi--walaupun dalam rangka tugas--keliling dunia. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik, pemantapan saya yang utama. Tak ada keinginan sedikitpun untuk berada di bidang ekonomika ataupun ilmu budaya. Awalnya saya berencana masuk jurusan Hubungan Internasional, dengan Ilmu Komunikasi di pilihan kedua. Namun setelah bertukar pikiran dengan teman-teman, orang tua, guru, serta sharing dengan beberapa alumni, menurut saya Ilmu Komunikasi memiliki bidang yang lebih luas. Jadi saya dengan mantap memasukkan Ilmu Komunikasi UGM sebagai prioritas utama saya.

Maka di sinilah saya, di kota yang saya cintai sebagai rumah kedua setelah tanah kelahiran saya, di kampus kerakyatan impian saya, di fakultas dan jurusan harapan saya, dengan penuh perasaan bangga tanpa ada penyesalan sedikitpun.

how i miss...

hey shortpost nggak penting kali ini cuma mau ngasih tau, kalo ada hashtag #BridgingCourse di blog gue itu bukan soksokan kayak twitter pake hashtag ya, tapi itu kode bahwa itu tugas kuliah, matkul Bahasa Indonesia: Penulisan Akademik. nice ya, peernya ditulis lewat blog. jadi blog gue nggak ada sarang laba-labanya gitu sering update.
well, gue mau cerita sedikit kalo gue betah di jogja sebagai rumah kedua setelah tanah kelahiran jakarta (dan bekasi), tapi gue kangen sama jakarta so much :( i miss the city light gitu. kadang kangen sama kemewahan jakarta. gue kira gue ngga bakal kangen sama jakarta. tapi ternyata hampir seumur hidup tinggal di sana bikin gue kebayang segala hal di sana. gue kangen mm, gue kangen kokas, kangen pondok, kangen gading, kangen cheesecake factory, kangen harvest (walaupun beli juga jarang banget). kangen sman 81 jakarta sma terbaik di seluruh penjuru dunia. kangen kantinnya yang mahal, kangen lapangannya yang warna warni, kangen seragam lengan panjang sama rok semi span-rempel, kangen pake kemeja batik bebas. kangen kapel, kangen sosro, KANGEN PODIUM yaallah kangan banget guling2an di podium (somehow duduk di podium bikin gue merasa berkuasa. entah atas apa), kangen sekre sama jas abu-abu (uh...udah lama sih ya. well stop bahas ini, nanti jadi panjang), kangen kelas sos, kangen takraw, kangen toiletnya yang bagus. pastinya kangen juga sama pensador, angkatan terbaik yang pernah dimiliki SMA 81.
kangen juga sama masjid Al Muqarrobin. anyway terakhir gue solat ied di Muqarrobin, dan di tengah keramaian orang solat, gue liat segala sudut lapangan, hey, wow tempat ini nyimpen banyak banget kenangan, lebih banyak dari yang seharusnya, selain tempat kenangan solat bareng-bareng sama temen, pastinya. sebelah kiri gue, undak-undakan pinggir got, tempat gue latihan carve naik turun tangga. depan gue, tempat gue nyimpen tas kalo ada kegiatan apa apa. belakang gue, bawah pohon palem, tempat gue 1.ditatar 2.natar anak orang waktu capsis. spot tepat yang gue dudukin, tempat gue menyidang proposal capsis. gue juga pernah guling-gulingan di atas rumput hijau tebal halaman masjid ini waktu...gue lupa waktu apa tapi gue inget pernah.
even sebuah masjid yang jauhnya delapan menit jalan kaki dari sekolah nyimpen begitu banyak kenangan. nggak kebayang kalo gue ngulas semua kenangan di TJ, al muhajirin, inten....apalagi di sekolah itu sendiri.

gue liat foto-foto adek kelas yang masih sekolah. gue rasa, damn, mereka beruntung banget masih ada di sana. mereka nggak tau betapa gue berharap berada di sana dan melakukan apa yang mereka lakukan.

see, gue lebay sekali entah kenapa. yasudahlah. post berikut mungkin lebih bermutu dan berharga buat dibaca.

Sunday, September 15, 2013

thanks!

thanks for making me your first special one. thanks also for the amazing seven months, long enough to be a nice relationship. you know, i've tried to be that strong, and i thought you would do the same, as hard as i tried. but i should have known from the first that you can't.
well, it doesn't hurt at all. even it doesn't mean any tears for me. but the pain is still pain.
good luck for you, dear.

Saturday, September 14, 2013

waktu gue liat gambar-gambar itu, nggak tau rasanya ada yang nusuk di hati gue. sakit rasanya. gue juga nggak tau kenapa bisa begitu. nggak ada yang salah sama semua ini. sama sekali ngga salah. malah harusnya gue seneng dan bangga sama mereka.
tapi gue ga tau kenapa, yang gue rasain tuh.....nyeri banget. tiba-tiba wajah gue panas, mata gue perih.
udah setahun-dua tahun berlalu. harusnya gue udah lupa sakitnya, walaupun pasti masih inget rasanya. tapi enggak. rasa kehilangan ini rasanya akan selalu ada.

ibarat rasanya, lo punya pacar kontrak. lo cuma bisa pacarin dia setahun, dan selama setahun itu lo udah sayang sama dia, susah-seneng bareng dia, melakukan banyak hal bareng dia, lo bangga bisa jadi bagian dari hidup dia. tapi terus tiba waktunya dia harus pergi. harus pergi dengan damai, tanpa ada dendam, walaupun pasti berurai air mata. pergi jadi milik orang lain, milik orang yang udah lo pilih buat ngegantiin lo ngejaga dia.
tapi betapa sakitnya, ketika tau dia nggak bakal balik, harusnya lo sadar diri dan move on. harusnya.

tapi gue nggak move on, enggak dan nggak akan pernah.

Friday, August 16, 2013

hey.

hey. rasanya aneh. aku ingin kau datang. tapi di saat yang sama aku ingin memalingkan wajah sejauh-jauhnya. karena rasanya, yang datang bukan kamu. bukan kamu yang itu. rasanya beda. aku salah, memang. tapi aku sudah berusaha memperbaiki. sejujurnya. jadi maaf ya. aku rindu kamu. tapi kamu yang itu.
aku rindu kita, yang bodoh dan yang aneh. bukan kita yang ini, yang selalu sok sibuk dan sama-sama egois. aku kangen kita yang selalu bilang aku-takut-kehilangan-kamu dengan tatapan kita masing-masing. bukan tatapan dingin yang tidak ada artinya. sekarang aku tidak tahu kamu di mana, sedang apa, ingat aku atau tidak. aku bahkan tidak tahu siapa kamu sekarang.
maaf ya. aku tahu kamu marah. kamu juga bingung. tapi aku lebih bingung lagi.
sedih? iya aku tahu. atau setidaknya aku berharap begitu.

oh iya, aku pergi minggu depan. aku cuma berharap bisa pamitan padamu.

Thursday, August 8, 2013

Sepenggal Kisahku bersama Tuan Putri

Aku tidak ingat bagaimana bisa sampai di sini. Seorang pangeran menukarku dengan segepok uang. Ia kemudian membawaku pulang. Malam hari, larut malam, ia masih terjaga. Ia duduk di hadapanku, menatap mataku dalam-dalam. Tatapannya nelangsa dan putus asa. Kemudian pelan, ia berpesan untuk menjaga Tuan Putri. Ia takkan lagi ada di sana untuk menjaganya. Sorot matanya memelas, memohon kesanggupanku. Sayangnya aku tak mengerti.

Besoknya pangeran membawaku keluar dari istana. Ia kemudian memperkenalkanku pada seorang gadis cilik. Wajahnya yang segar dan ceria makin berseri tampaknya. Aku sungguh senang ia menyukaiku. Sepersekian detik kutangkap sedikit kedewasaan dari sinar matanya. Salah, ia adalah seorang wanita muda. Sang Tuan Putri.

Kulihat pangeran mengantarku dengan pandangan matanya. Kurasakan ia tak hanya menitipkan amanat di genggamanku. Hatinya pun ikut serta.

Tatapan pertamaku telah menegaskan pengabdianku. Aku pulang bersama Tuan Putri ke istananya. Ia mengajakku ke ruangannya dan berbicara denganku sepanjang malam. Aku menemaninya terus, terus, dan terus hingga ia kelelahan dan memutuskan untuk pergi tidur. Aku tidak. Kuucapkan selamat tidur padanya, kuantarkan ia dengan senyuman manis. Aku tetap berjaga di sudut kamarnya. Terjaga, berjanji tak akan lengah sedikitpun.

Sebuah bayangan gelap muncul dari kolong tempat tidur Tuan Putri. Aku mencabut pedangku antisipatif. Aku mengendap-endap mendekatinya. Kuacungkan pedang perakku ke arah bayangan hitam itu. Kemudian aku bertempur semalam suntuk. Bayangan hitam itu muncul terus-menerus, tak henti-henti. Hilang satu, muncul yang lain. Aku bertempur dalam diam dan tanpa suara. Sesekali kulirik Tuan Putri, memastikan ia tetap tertidur nyenyak dan tak terganggu sedikitpun. Janjiku, jiwaku adalah pengorbananku untuk Tuan Putri. Aku terus bertempur tanpa kenal lelah ataupun mengingat waktu, hingga Tuan Mentari menampakkan wujud keagungannya, hingga bias-bias cahaya mengintip dari balik tirai jendela, bayangan-bayangan hitam itu lenyap.

Tuan Putri membuka kelopak matanya. Wajahnya kemerahan diterpa sinar pagi. Ia menanyakan kabarku. Aku hanya menyunggingkan senyum terbaikku, senyum yang hanya dimiliki oleh Tuan Putri. Aku baik-baik saja.

Siang ini Tuan Putri membawaku bermain di taman. Menghirup udara segar, sangat baik untuknya. Aku memandangnya dengan memuja. Kaumku, pengawal, memang selalu seperti ini. Sumpah setia sampai mati pada majikan kami, pada kewajiban kami.

Di kejauhan kulihat serombongan laki-laki. Auranya buruk. Mereka memandang ke arah Tuan Putri. Firasatku bilang mereka bukan orang baik-baik. Maka ketika Tuan Putri sedang memandang jauh ke tengah danau, menerawang entah apa, aku menatap mereka. Awalnya datar, lama-lama dengan tatapan marah. Mereka sekonyong-konyong menghentikan langkah. Tidak jadi mendekat, mereka mundur teratur. Melirikku takut-takut. Hah, itulah jika berani berniat mengganggu Tuan Putri-ku.

Suatu malam, Tuan Putri menangis tak henti-henti. Ia memelukku erat-erat, seperti tak akan melepaskanku. Tubuhnya gemetar ketakutan. Aku tidak tahu apa yang mengganggu hatinya. Aku bersumpah siapapun yang menyakiti hatinya akan menghadapi aku. Dari isakannya, aku tahu dia merasa sangat kehilangan. Pelukan eratnya, ia takut kehilangan lagi. Andai ia tahu betapa aku tak akan meninggalkannya, sedetikpun.
Besoknya, besoknya, dan besoknya, hingga beberapa minggu ia masih tidak berubah. Andai ia tahu betapa hancurnya aku melihatnya kehilangan sinarnya. Aku berusaha meringankan bebannya, atas nama sumpahku, aku akan menjaganya siang dan malam, serta akan menemaninya tanpa henti. Ia selalu menangis di pelukanku. Aku tidak peduli tubuhku basah kuyup karena air mata, keringat, dan ingusnya. Ia menjerit, meraung, bahkan memarahiku. Ia memukuliku emosi. Aku tahu, sungguh berat yang ia rasakan. Suatu waktu, pada satu malam, yang sangat dingin, ia memandangku dengan tatapan kosong. Akhirnya ia bicara, setelah berminggu-minggu hanya menangis tanpa kejelasan. Ia cerita padaku tentang semua masalahnya. Mulanya nada suaranya datar. Lama kelamaan ia mulai terisak. Ia lalu terdiam dan mengatur nafasnya. Aku mengulurkan tanganku, meraih pipinya, dan menghapus air matanya. Beberapa saat kemudian ia lalu bercerita lagi, sepanjang malam, sampai ia lelah, dan tiba-tiba jatuh tertidur. Aku menjaganya sepanjang malam, mengelap air matanya yang kemudian mengering, mengelap keringatnya yang membasahi wajah manisnya.
Besoknya Tuan Putri terbangun dengan mata bengkak, seperti malam-malam sebelumnya. Namun tatapan matanya beda. Kulihat kelegaan di sana. Aku memandangnya sambil tersenyum. Ia balik menatap mata bulatku dalam-dalam. Dalam sekali, sampai aku takut ia dapat membaca apa yang sedang aku pikirkan. Perlahan seuntai senyum terukir di wajahnya. Aku terkesiap, menyadari betapa aku merindukan senyum itu. Tuan Putri kemudian memelukku erat-erat, memelukku dengan sayang, serta menciumi pipiku.
"Terima kasih banyak," katanya lirih, tapi aku tahu ada nada kelegaan di sana.
Andai aku bisa mengungkapkan betapa senangnya aku berada di sisinya, menjadi kesayangannya, menjadi satu-satunya yang mengetahui semua masalahnya. menjadi satu-satunya kepercayaannya, menjadi yang pertama ia cari saat ia sedih maupun senang. Tuan Putri menyayangiku, aku tahu jelas, tapi yang pasti, itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan cintaku padanya.

Atas nama janjiku, Tuan Putri, kuulangi untuk yang kesekian kali, aku bersumpah menjagamu siang dan malam, menemanimu setiap saat, tanpa ingat waktu dan tanpa kenal lelah, mengorbankan jiwaku hanya untukmu, serta menyayangimu lebih dari aku menyayangi diriku sendiri, aku, seorang pengawal.



Oh iya, kita belum berkenalan. Namaku Teddy Brown si Beruang.

Saturday, August 3, 2013

Terakhir

Rasanya indah sekali dulu, ketika betuknya hanya angan, seiring dengan munculnya semangat untuk menggapainya. Pada saat terwujud, tidak hanya indah, malahan terasa seperti dunia mencintaimu.

Sedetik dua detik. Perasaan lain merayap. Benar indahkah? Atau perlahan berubah menjadi mimpi buruk?

Aku tahu kamu tak mau pergi. Tapi tinggal bukanlah jawaban yang baik. Sanggupkah?

Jangan manja. Hidup itu dinamis. Kamu selalu bilang "move on!" ke temanmu yang sedang sedih. Sekarang rasakan sendiri 'move on' manismu itu.

Hei, lihat wajah burukmu di cermin. Dunia merindukan seuntai senyummu, senyum yang elok itu. Kembangkanlah, manis, walau hanya sedetik dua detik.

Berlumur perih, berlinangan tangis, tak sembuh bahkan oleh berpuluh pelukan dan rayuan. Terbayang rindu yang begitu mengerikan. Maka nikmatilah, manis, nikmatilah sedetik dua detik terakhirmu.

Buka tanganmu, lepaskan cengkeraman pada dunia. Biarkan ia pergi, biarkan menjauh. Memang semuanya terlalu indah buatmu, sampai kapanpun tak akan rela melepasnya.

Kenangan tak pernah berpaling darimu. Ia hanya diam di sudut, memberimu kesempatan untuk melanjutkan hidup. Pada saatnya nanti, ia akan kembali.

Balikkan badanmu, tutup matamu bila kau rasakan ada sesuatu yang mengalir dari sana. Teguhkan kakimu, langkahkan perlahan. Perlahan.

Memang, pergi adalah hal indah paling menyakitkan yang pernah ada.

Wednesday, July 24, 2013

N

semalem gue dateng ke acara bukber nitrogen. kangeeeen banget rasanya. waktu gue kelas 10, ada kakak kelas yang bilang "masa-masa kelas 10 itu paling asik, paling berkesan, paling nggak bisa dilupain."

and here it is...


we called our self as Nitrogen, nineteen-ten-three-of-eighty-one.

gue gak tau kenapa gue sayang banget sama mereka. dari 6 kelas yang gue rasain selama gue ada di highschool, kelas ke-4 ini lah yang paling berkesan. kelas pertama di senior high ini yang paling gak bisa dilupain.

gue bersyukur ditempatin di kelas nomer 3, di ruangan nomer 3 di lantai 3 (gak akan ganti location di twitter sampe waktu yang lama, anyway). walaupun awalnya anaknya aneh-aneh :( dan ternyata lama-lama emang beneran aneh. di sini gue ngerasa fine, perfectly fine for being my-own-self. bareng mereka gue bisa jadi kiddo lagi, jadi tolol, jadi freak, jadi alay, jadi koplak, jadi segala macem yang biasanya sih di-apabanget-in, tapi it's ok, it's absolutely ok, as long as we're together.

banyak banget bumbu-bumbu kenangannya, asam-manis nya, ya itu tadi, ketololan dan kekoplakan yang absurd. main game the house di proyektor kelas, pas ada kepala jatoh, diprintscreen, dijadiin desktop. terus besoknya dimarahin sama Pak Mahroji. main lari-larian di kelas, lomba ambil lambang, lari dari ujung kelas terus lompat ke atas layar proyektor, nabrak papan tulis, sampe lama-lama papan tulisnya rusak, gaduh, berisik, terus Pak Ahong tau-tau masuk kelas marah-marah "kalian manusia bukan sih?!" terus kita dijemur di lapangan. satu-satunya kelas yang dijemur di lapangan seangkatan. belom lagi tiap jumat selalu kena sama Bu Kiki atau Bu Kesi lantaran main capsa sampe 3 lapak di belakang. kartu gue udah berkali-kali disita dan nggak dibalikin. bahkan dibuang ke tempat sampah di depan mata. tapi nggak kapok, pake kartu yang laen, kalo abis ya beli kartu lagi. nggak cuma jumat doang sih, tiap hari malah -_- selain itu juga kita nonton rame-rame video klip Fransoa yang lagunya 'aduh aduh aduh', sama videonya The King of Trolling, Remi Gaillard, before it was cool B)
gak lupa juga momen 'bales dendam' di LTUB, walaupun gue nggak banyak ikut andil ngelatih, tapi gue bener-bener bangga bisa jadi bagian 'Kakak yang Mengantar Adiknya Jadi Juara Satu setelah Tahun Kemarin Juara Dua Dari Bawah'. lebay sih but tears can't lie. semuanya liat kok waktu hari H acara gue jadi salah satu yang nangis sesegukan gara-gara terharu liat penampilan mereka. sama waktu pengumuman pemenang gue nangis lagi di lapangan gara-gara dapet juara satu. walaupun nangis gue gak sah sih sebenernya gara-gara gue udah tau duluan....

cengeng ya? :(

tapi this is us, selalu dimarahin guru, selalu kena omel, selalu dijelekin, selalu ini-itu, tapi setelah kita semua lulus, liat ada berapa calon dokternya? ada berapa calon insinyurnya? ada berapa calon pejabatnya? se-mu-a.

gue selalu nikmatin tiap detik waktu yang gue abisin bareng mereka. gue selalu download foto bareng mereka, gue simpen dan selalu gue buka kalo gue kangen. dan sering ternyata. jerseynya masih gue pake sampe sekarang (thank God dulu kegedean, jadi masih bisa gue pake sampe beberapa tahun ke depan).

gak tau mau tulis apa lagi, terlalu banyak yang bisa gue ceritain dan terlalu banyak yang gue rasain, sampe gak tau mau bilangnya gimana.

kesimpulannya, gue akan selalu bilang ke adek kelas gue "kelas 10 itu kelas yang paling berkesan, paling asik, dan gak mungkin bisa lo lupain." for sure.

nb: nemu tulisannya mei :D

Thursday, July 18, 2013

efek kelamaan libur

hi, it's me again (iyalah lo kira buka blog siapa emang), and i'm exactly in the middle of an i-don't-know-how-will-it-ends holiday. tau sih kapan kelarnya ini liburan, tapi ya rasanya hari itu gak bakal dateng saking masih jauuuuuuuuh banget. bayangin aja gue libur dari akhir mei, dan baru mulai masuk awal september atau paling cepet ya akhir agustus. fix lumutan di rumah.
maka dari itu biar gue nggak mubazir di rumah, gue bikin sebuah resolusi yang harus dicapai nanti kalo liburan udah selesai dan siap masuk ke dunia perkuliahan, yaitu bisa masak sendiri bisa beberes sendiri udah cakep bisa ngembaliin kejayaan tubuh gue kayak jaman kelas 10 atau seengganya kelas 11 dulu. gila ya kelas 12 tuh idup gue gak jauh dari rutinitas tidur-makan-tidur-belajar-makan-tidur. iya belajar itu berat bro. kalo mau belajar tapi nggak makan dulu tuh yg ada materinya nggak masuk. pas belajar enaknya sambil ngemil. abis belajar ya laper lagi. terus bobok deh. besoknya jins gue nggak muat.

beberapa hari yang lalu, gue beli jins di matahari. kata mbaknya ukuran gue tuh S. gue coba di kamar pas. kekecilan. gue balik ke mbaknya minta yang M. kekecilan juga. ok sepertinya gue harus pake yang L. dan ternyata masih kekecilan. gue udah mikir kalo sampe ukuran XL masih kekecilan mending gue pulang. tapi untung yang XL muat.
mulai dari itulah gue merasa lemak gue udah offside untuk ukuran badan sependek dan sekecil ini. gue harus perbaiki dengan cara ngurangin porsi makan dan pastinya olahraga. lantaran ini bulan puasa, ya gak usah lah ya gue ngurangin porsi makan, palingan porsi karbohidrat gue kurangin separo, biar kenyang banyakin lauknya, selain itu hasrat buat ngemil nyuri start kue lebaran gue ganti dengan gadoin kurma.
buat olahraga, karena bulan puasa, gue mikir-mikir juga kan, males juga kalo kudu joging abis saur...kalo joging sebelum magrib ntar yang ada diliatin mas-mas tukang jualan gorengan tajil. akhirnya gue memutuskan seperti yang gue bilang di atas, ngembaliin kejayaan jaman kelas 10/11, yaitu keahlian gue push up. gak tau sih ngaruh banyak apa enggak buat bikin jins gue muat lagi, tapi yang penting usaha kan ya. gue coba tuh push up, dan baru di itungan kesepuluh, lengan gue udah nyut-nyutan. wtf. ingatan gue melayang-layang ke jaman kelas 10, yang mana gue sementok-mentoknya bisa 10 seri. walaupun engap, tapi beneran bisa. apalagi pas LD, itungan push up gue udah kayak paket internet paling mahal, unlimited. pas kelas 11, emang agak turun karena sekarang kegiatan gue nggak berkisar antara latihan fisik tapi latihan organisasi (oh, well), thank God gue masih rutin push up sama askra ya barang 5 seri demi ngelunasin seri angkatan. demisioner, awal kelas 12, sementok-mentoknya gue push up bener cuma 4 seri. sedih ingetnya.

sudahlah.

anyway gue mau cerita tentang temen-temen gue yang baru, iyah temen-temen Komunikasi UGM 2013. agak syok gue ya H+2 pengumuman snmptn tau-tau udah ada aja twitternya :(
terus ada juga grup facebook nya, nggak tau ini akun siapa aja yang bikin, tapi pokoknya ngaruh banget di kita, jadi kenal satu sama lain lebih dulu, bisa ngambil ancang-ancang buat nyari temen, biar ada openingnya, jadi pas ketemu udah tau ini siapa itu siapa, tinggal cocokin aja foto di fb yang cakep biasanya aslinya lebih kojel. ehm. begitulah. #pengakuan
awal-awal pastinya dong gue nyari temen yang sekota, yang sama-sama sekolah di ibukota negara tercinta ini. gue ubek-ubek itu grup facebook. hari pertama gue cari, gak ketemu. hari kedua ketiga keempat dst dst tetep nggak ketemu. sampe gue bukain profil satu-satu, sampe berapa belas tab window, gue liat 'hometown' sama 'living' satu-satu, tapi nggak ketemu. yaudalah pasrah. tidak papa.
sampe gue nemu satu fb yang nggak ada 'living' nya, tapi 'studied at Labschool Rawamangun'. semacem mini-heart attack. akhirnya nemu juga biar cuma sebiji. namanya farras. trus gue add. karena penasaran profpic nya dia pake carrier, cover photo juga gambar carrier, gue kepo buka fotonya. dan kemudian gue nemu foto yang familiar. gambar bendera warna merah tulisannya palabs. wuiiiiiiih ketemu sodara tua di mari.
pas dia online gue chat, ngobrol basa basi. yelah orangnya sok cool banget.

selesai tes toefl, harusnya kita ke DAA buat registrasi, tapi anak-anak komunikasi suruh ikutin kakaknya ke selasar kampus fisipol. yaudah ikutin aja walaupun nggak kenal siapa-siapa. nanti kenalan aja sama siapa kek. telat registrasi juga gapapa, telatnya sejurusan ini kan....
pas duduk desek-desekan di gedung fisip, kenalan kanan-kiri depan-belakang, ada kakaknya yang iseng nanya, "yang dari jogja mana?" "ada yang dari magelang gak?" kebetulan si kakak nanya "yang dari jakarta siapa?" gue angkat tangan, orang di depan kiri gue juga angkat tangan. setelah saling liat-liatan sepersekian detik, gue celingak-celinguk, nggak ada yg lain angkat tangan. ternyata emang cuma gue berdua T_T
selesai pengarahan dsb kita rame-rame jalan ke DAA, dia nyamperin gue. dia juga keliatannya gak punya temen HAHA. gak lama, gue ngobrol ngalor-ngidul sama dia, untung omongan kita nyambung. gak jauh-jauh dari gunung sih. ternyata anaknya mayan asik, kocak lagi. boro-boro cool -_- bawel malah kayak cewek. gue kalah bawel :( tapi terus pas di jkt gue beberapa kali chatting sama dia...ya...awalnya sih lucu. tapi lama-lama jayus. tapi jayusnya itu bikin ngakak. tapi enak buat dicurhatin bahasanya kadang puitis, mendekati zafran-zafran di film 5cm kali ya (tapi sumpah bukan sama herjunot ali nya). tapi ya itu jayusnya banget. gue aja yg udah jayus banget kadang masih kalah jayus :( abis jayus kemudian jadi garing. renyah-renyah-krispi bikin bete :| be tough ya farras.


anyway dari jalur sbmptn, datanya sih ada 9 orang yang dari Jakarta. alhamdulillah. yang gue tau baru 3 orang, dari 71, 12, sama 66.


selain itu ada juga tempat curhat gue satu lagi. dari segelintir cowok di kom ugm (dari snmptn ada 70 orang, cowoknya cuma 13) ada satu anak kebumen namanya arief prawidya. yang paling gue inget dari dia adalah waktu di gedung fisipol, dia duduk sebelah cowok-cowok. gue ngajak dia kenalan, udah "hai" sambil nyodorin tangan ke arah dia, dia udah mau nyambut tangan gue, tapi terus gue malah nyalamin cowo sebelahnya dia. got no idea kenapa gue bisa ngebecandain se-sok-asik-itu ke orang yang baru dikenal. mungkin karena first impression gue liat dia wajah-wajah terbully gitu. be strong ya rip. oh iya, dia tuh katanya ngidam banget ramen beneran yang suka ada di kartun-kartun jepang. terus siang-siang pas bulan puasa gue kirimin aja gambar ramen nya ichiban sushi....itung-itung motivasi. anyway gue gak tau kenapa gue tau tau curhat sama dia, awalnya curcol tapi terus kepanjangan. ya tapi karena jasa dia inilah terjadi sebuah perubahan dalam hidup gue waktu itu dan ngaruhnya lumayan besar sampe sekarang. big thanks!

lama-kelamaan, grup facebook (tapi tetep yang paling absurd nizza yang belom sebulan kenalan udah dijulukin 'ibu kos' sama anak-anak :'D) yang berkembang jadi grup line ini sukses bikin kami seangkatan saling kenal lumayan deket sebelum ospek. mungkin emang tipikal anak-anak komunikasi itu supel dan bawel, jadi gampang deket satu sama lain, nggak  udah super nggak ngerti lagi tiap malem gue buka line tau tau ada berpuluh-puluh chat, ngebahas mulai dari hal normal kayak saling kenalan, cerita tentang daerah masing-masing, jadwal ospek, jadwal registrasi, kosan, ukm, hal gak penting kayak cerita horor kampus, satpam DAA, artjog, stiker line, primbon dan serat cantini, sampe hal absurd kayak naik elang, kuda terbang, serta monster laler :'| karena percakapan aneh ini biasanya dilaksanakan malem sampe tangah malem, biasanya pagi-pagi ada yang protes bangun-bangun ada 400an notification chat, entah gimana bacanya. haha.
jadi inget waktu registrasi di DAA, 70 orang yang sumpek, kepanasan, dan kecapekan digantungin gak dapet-dapet giliran dan belom sempet makan dari pagi sampe sore itu udah pada bt di depan pintu kaca DAA yang cuma dijagain sama 1 satpam. mungkin saking keselnya kita udah nyautin semua omongan pak satpam.

Pak Satpam: masih ada nggak yang industri??
Kami: SAYA PAK! INDUSTRI KOMUNIKASI PAK!
Pak Satpam: teknik, yang teknik boleh masuk!
Kami: SAYA PAK, TEKNIK BERKOMUNIKASI!
Pak Satpam: Kehutanan, mana kehutanan masih ada nggak??
Kami: ADANYA KOMUNIKASI HUTAN PAK!!
Pak Satpam: Gigi, yang gigi masih ada nggak gigi?
Kami: NGGAK PAK, ADANYA KOMUNIKASI GIGI PAK!!
Pak Satpam: Pertanian iya pertanian masuk!
Kami: KOMUNIKASI PERTANIAN PAK!!
Pak Satpam: ya, selanjutnya....
Kami: KOMUNIKASIIIIII!!!!
sampe akhirnya si pak satpam bete sendiri.
Pak Satpam: Ini adek-adeknya dari mana??
Kami: (serentak) KO-MU-NI-KAAAAAA-SIIIIIIII
sampe ada yang ngomong melas banget "Pak ini komunikasi lengkap 70 orang pak harusnya kita tadi pagi pak masa jam segini belom....."

pukpuk ya pak Masukkan Shahrukh Khan  Masrukhan, may God bless you always, pak.

oh iya, anak-anak ini tuh asalnya tersebar loh dari seluruh Indonesia, pekanbaru, medan, bontang, kupang, dari timika sama jayapura pun ada :O kayaknya sih dari tiap provinsi ada. wow banget loh. gue juga sering blogwalking atau kepo-kepo tumblr mereka, dan yah tulisan mereka bikin jiper banget kalo dibandingin isi blog gue ini yang.....ya beginilah bentuknya.

well, masih banyak yang bisa diceritain tentang (calon) temen-temen sejurusan gue ini, tapi udah pegel juga kelamaan duduk di depan pc.

xoxo.

bonus foto indah

Friday, June 21, 2013

Pesan Kosong

Segalanya tak semudah yang telah diucapkan,
juga tak seindah yang pernah dijanjikan
Aku yang selalu berusaha meyakinkan,
tapi kemudian tak yakin

Salah besar, sayang
Jijik jika mengingat
Sepertinya yang terlontar janji kosong

Rasanya deja vu saat kutitipkan
seuntai tasbih kecil
Kuselipkan ke genggamanmu
Makin rindu rasanya
ketika ujung dagumu menyentuh pucuk kepala
Menegaskan guratan,
sepercik namun begitu indah

Jemari dingin meraba wajahku, memainkan rambutku
Sesuatu merenggut, menarikku menjauh
Mengikuti tatapan sepasang mata
Memandang lekat seuntai senyum berwarna putih
Mendahului ayunan langkah sepasang sepatu
terbungkus temali biru

Tapi kamu bilang aku wanita yang kuat

Monday, June 10, 2013

buh-bye highschool, buh-bye


Tinggal menghitung minggu dan gue akan pergi dari rumah ini, dari kota ini, yang notabene udah gue tempatin selama 14 tahun. Oh well hidup memang gak selamanya tetap, harus ada dinamikanya, karena gak asik lah kalo monoton.

Hahaha entah kenapa ya gue begitu berat ngelepasin masa-masa SMA gue ini. Dulu dari SD ke SMP gue nggak begini. Apalagi dari SMP ke SMA, gue inget betapa excited nya gue dulu mau masuk SMA yang gue idam-idamin dari kelas 8. Tapi ini, mungkin bener ya masa SMA itu masa-masa yang paling memorable. SMA itu masa-masa di mana kita beranjak remaja dan dewasa, bener-bener ngerasain transisinya, dari anak-anak jadi remaja, dan dari remaja mulai dewasa.

Di masa-masa ini gue juga ketemu berbagai bentuk sifat manusia, dari yang big no, sampai yang idaman. Dari yang tulus, sampe yang suka makan temen. Dari yang royal, sampe yang koret. Dari yang perfect sampe yang freak. Semuanya campur aduk jadi temen gue.

Jujur gue bener-bener nggak nyesel pilih sekolah di SMAN 81 ini. Walaupun banyak cacatnya, tapi menurut gue ini sekolah terbaik yang pernah ada. Dari sisi akademis, karena ini sekolah unggulan, gue pastinya dipush untuk belajar lebih giat. Walaupun begitu gue hampir nggak pernah ngerasa keberatan atas tekanan belajar ini. Dari sisi non-akademis, di sini gue menggarisbawahi bidang organisasi siswa sama ekstrakulikuler, yang jalan banget. Selain itu lingkungan pergaulan di sini bukan yang hura-hura dan hedonis berlebihan. Nggak ngeri juga. Program sekolahnya juga menurut gue oke banget. Dari trip observasi, study tour, dll dll dll dll.

Tapi yang jelas, yang paling bikin gue betah adalah temen-temen di sini. Layaknya anak SMA lain, gue bener-bener nemu banyak temen yang klik banget sama gue. Temen-temen yang bisa diajak asik-asikan bareng, susah-susahan bareng, bego-bego bareng. Temen-temen yang nggak susah dan nggak bikin segan buat dimintain tolong. Temen-temen yang bisa bikin gue ngerasa kalo gue bangga temenan sama mereka. Temen-temen yang bisa bikin gue jadi diri gue sendiri, nggak usah pura-pura dan nutupin sifat asli gue lantaran takut nggak diterima di pergaulan. Temen-temen yang satu minat dan satu passion sama gue. Temen-temen yang pastinya nanti gue kangen berat. Temen-temen yang bikin salah satu sisi hidup gue warna warni dan nggak ngebosenin.

Sekarang gue takut ninggalin ini semua. Takut nggak dapet temen yang kayak begini. Takut semuanya beda. Takut berubah atau kebawa jadi sosok individualis. Gue takut nggak dapet temen. Gue takut passion gue beda. Gue takut selera humor gue beda. Gue takut nggak diterima. Gue takut kuliah. Ah sudahlah.

Well, rasanya pengen gue ngereview kegiatan gue selama 3 tahun sekolah di sini. Tapi mungkin akan makan waktu lama dan jadi post yang panjaaaaaaaaaaaaaaaaang banget.

Salam galo.

Tuesday, May 28, 2013

A Big Achievement

pulang dari Balai Sudirman buat gladi bersih wisuda, gue ketemu Jaja, gue peluk dia lama, gue bilang ke dia, "besok kita ketemu di sekolah Ja, buat lapor ke sekolah. daftar ulang UGM 10-11 Juni Ja, kita berangkat bareng ya ke sananya..."
jujur gue ngucapin hal seperti ini, setengah buat doa, setengahnya lagi buat nguatin diri gue juga, nyemangatin, supaya gue nggak nge-down. di jalan pulang gue diem, sibuk sama pikiran gue sendiri, kekhawatiran gue. jam setengah tiga, sementara pengumuman jam empat sore. sampe rumah, gue turun dari mobil, bilang makasih dan hati-hati ke revo, nggak lupa nitipin 'good luck' buat seisi mobil.
di kamar, setelah minum air putih yang banyak, gue tiduran lurus-lurus, makan beng-beng, dengerin koleksi lagu-lagu Jason Mraz, sambil susah payah ngilangin pikiran negatif di kepala gue.
gue chat ke grup askra & KM3, temen-temen seperjuangan gue tersayang. gue bilang "good luck teman-teman. apapun hasilnya, Tuhan pasti kasih yang terbaik."
gue chatting sama Ipeh, teman satu impian satu kota satu kampus, yang sama nervousnya, malah lebih gila. jam setengah empat, gue berusaha untuk tidur. saking takutnya.
jam empat pas, line gue berisik, Ipeh bilang dia keterima Akuntansi UGM. gue mual lagi. takut. dia nyemangatin gue. akhirnya gue nyalain komputer. ini lutut rasanya lemas banget. gue masukkin NISN gue. nggak kebuka. ternyata gue salah masukkin kode. gue buka lagi file SNMPTN gue, bismillah, tutup mata....



gua nangis.


J+28 jam setelah salah satu pengumuman penentu signifikan hidup gue ke depan.
dan gue masih nggak percaya. apa ini mimpi? gila kalo ini mimpi trus nggak jadi nyata sih nyakitin banget ya hahaha.

so proud juga sama temen-temen seangkatan gue, Pensador. banyak banget yang keterima undangan, kalo nggak salah ada 118. belom lagi yang PPKB UI. jauh lebih banyak dari tahun kemaren yang cuma kepala 6. gue seneng banget. walaupun begitu, kegembiraan gue masih nggak komplit, begitu tau masih ada beberapa temen-temen deket gue yang masih harus jadi pejuang tulis.
sebisa mungkin gue kurang-kurangin euforia berlebihan di media sosial, demi ngejaga perasaan kalian. gue janji gue akan selalu nyemangatin kalian, dan insya Allah kalian akan selalu terucap di setiap doa gue sehabis shalat. gue tau Allah denger.
kalo katanya mine, Allah kasih mereka kesempatan buat berjuang tulis karena Dia tau mereka bisa. kalo Allah tau mereka nggak bisa, Allah nggak mungkin kasih kepercayaan itu. gue bener-bener yakin dan percaya sama asumsi ini.

nggak berhenti bilang alhamdulillah, memang Allah Mahabaik, kasih gue apa yang gue minta, nggak kasih patilan dan kuwalat atas semua kesombongan dan kenakalan gue. gue nggak akan nyia-nyiain kepercayaan ini. ini mimpi gue dari SMP. ini kota impian gue, kampus impian gue. smgt le!!

Friday, May 24, 2013

bangga :)

hari ini libur pengumuman UN. jujur ya gue biasa aja ngadepinnya, karena entah kenapa feeling bilang insya allah Pensador lulus 100%.

Pagi-pagi banget jam 9 bangun, langsung cek line ada chat dari cacan sama chika.


gak berenti-berenti bilang 'alhamdulillah' sama 'subhanallah'


nggak ngerti lagi gue bener-bener langsung nangis sesegukan di tempat.

gue inget hari-hari sebelum UN, yang temen-temen gue bilang "lo semua pada takut nilai UN jelek, lah gue malah masih takut gak lulus UN" :-----)
keinget juga try out-try out yang nilainya rata-rata 3 4 5 nggak naik-naik, sementok-mentoknya nilai juga cuma 80. kadang kepikiran, apa ini emang soalnya susah, atau angkatan gue yang bego sih?
gue juga ke-flashback hari-hari dimarahin guru karena pada jenuh belajar akhirnya cabut-cabutan, sampe kejar-kejaran di kantin, ngumpet di balik meja pedagang kantin, kabur ke masjid buat salat duha, dan sebagainya.
tapi ya kalo diinget perjuangannya banyak juga sih. cabut pelajaran matematika buat ngerjain soal geografi di kantin. pulang kesorean sampe telat bimbel buat ngerjain matematika di podium. masuk-masuk ke ruang guru buat minta ajarin bahasa indonesia yang masih blank sama pak mufid.

kadang emang ada jenuhnya. besok try out, malemnya baru nanya jadwalnya apa. besok try out, nggak inget taro buku pelajaran di mana. bahkan gue, hari terakhir UN lupa bawa tempat pensil......................

buka twitter timeline udah rame sama anak-anak pensador. iseng ngesearch 'pensador' dan isinya compliment dari adek kelas maupun alumni.


alhamdulillah, bangga jadi bagian dari Pensador. bangga banget.